If I had my child to raise over again,
I’d finger paint more, and point the finger less.
I’d do less correcting, and more connecting.
I’d take my eyes off my watch, and watch with my eyes.
I would care to know less, and know to care more.
I’d take more hikes and fly more kites.
I’d stop playing serious, and seriously play.
I’d run through more fields, and gaze at more stars.
I’d do more hugging, and less tugging.
I would be firm less often, and affirm much more.
I’d build self-esteem first, and the house later.
I’d teach less about the love of power,
And more about the power of love.
December 2010
7 posts
‘Enjoy your memories,’ says the old man.
‘But don’t forget that memory is like salt: the right amount brings out the flavour in food, too much ruins it. If you live in the past all the time, you’ll find yourself with no present to remember.’
November 2010
24 posts
utk siapapun itu yg telah mengajarkanku,
berbagai hal yg bermanfaat utk membaikkan hidupku,
dimanapun dan kapanpun engkau mengajarkanku,
saya ucapkan selamat hari guru,
(mah, pah, adek2, om, tante, dosen & guru2ku, teman2, tukang becak,
tukang sampah, tukang cukur, semuanya deh.. selamat ya :D )
dan, selamat hari guru, Tuhanku. :)
” —(via pramaw)
We say a simple Salaam to anyone, we’re rewarded..
We smile at someone, we’re rewarded..
We treat someone with kindness, we’re rewarded..
We pray in Masjid with Jamaah, we are rewarded 27 times more than those who pray alone..
We begin anything with Bismillaah, that action of us is rewarded..
We end our activities with Alhamdulillah, we’re also rewarded..
We think of doing a good deed, we’re rewarded..
We control our temper, we’re rewarded..
We eat and drink with our right hand, we’re rewarded..
We pray for forgiveness and health for our fellow Muslims, we’re rewarded..
We forgive, we’re rewarded..
We think positive towards Allah and other people, we’re rewarded..
We keep our promises, wer’re rewarded..
We seek knowledge for the benefit of others, we’re rewarded..
We share knowledge to others in need, we’re rewarded..
We walk towards the Jum’ah prayer, our each step is very greatly rewarded..
We take wudhu’, we are rewarded..
We treat our mothers and fathers with humbleness, kindess and respect, we’re greatly greatly rewarded..
We bring Allah to rememberance, we’re rewarded..
So why do we withhold our reward ?
sebetulnya,
yg membuat penghasilan terasa kurang,
bukan pada jumlah penghasilannya,
tapi jumlah pemakaian dan wujud syukurnya.
sedikit, namun mampu berbagi,
itu lebih dari cukup utk mereka yg bersyukur.
_semoga bermanfaat.
” —(via pramaw)bagian tersulit dari bertangung jawab,
bukan pada siapa yg harus bertanggung jawab,
bukan pada apa yg harus dilakukan utk bertanggung jawab,
tapi pada hal apa yg sebetulnya menjadi tanggung jawabnya.
jika mereka tahu apa yg menjadi tanggung jawabnya,
tak pantas lagi mencari siapa yg harus bertanggung jawab,
dan tak perlu menunggu lama utk dilakukannya pertanggungjawaban.
_semoga bermanfaat
” —(via pramaw)iri pada bertumpuknya harta orang lain,
adalah iri-nya orang bodoh.
bagi orang yg berfikir,
hanya akan iri pada pemanfaatan harta,
bukan bertumpuknya harta.
bukankah bertumpuk itu,
tanda tak pandai memanfaatkan?
_semoga bermanfaat
” —this is what i like most ! (via pramaw)orang malas itu, rajin mempertahankan kualitas diri.
orang pekerja keras, malas bertahan pada kualitas dirinya.
karena sudah semestinya,
orang hidup itu berkembang.
kualitas diri itu meningkat, bukan bertahan.
kalau harus malas,
malas lah utk menjadi seperti itu-itu saja.
_semoga bermanfaat.
” —(via pramaw)kerja keras itu menghasilkan peningkatan kualitas,
bukan peningkatan intensitas rutinitas.
“banyak yg berangkat pagi pulang petang,
hasilnya segitu-gitu aja.”
ya, karena selama pagi hingga petang,
bukan peningkatan kualitas,
tapi hanya pengulangan rutinitas.
rutinitas yg sudah menjadi membosankan,
berarti sudah tak ada lagi peningkatan kualitas.
_semoga bermanfaat.
” —(via pramaw)BAGAIMANAKAH cara paling mudah menilai seseorang itu terdidik atau tidak? Lihat perilakunya. Kaji budi pekertinya.
Saya kira dalam kaitan itu Albert Einstein benar. Ia bilang, “Pendidikan adalah apa yang tertinggal dalam diri seseorang setelah ia melupakan semua yang ia pelajari di sekolah.”
Ilmu, hapalan, cara berhitung, rumus matematika, semua dengan mudah bisa dilupakan. Tapi, kesantunan perilaku? Ia terterapkan dalam tiap tindakan, setiap waktu
” —Sisa PendidikanOctober 2010
11 posts
Imagine life as a game in which you are juggling five balls in the air. You name them“ Work, Family, Health, Friends and Spirit and you’re keeping all of these in the Air.
You will soon understand that work is a rubber ball. If you drop it, it will bounce back.
But the other four Balls “Family, Health, Friends and Spirit“ are made of glass. If you drop one of these; they will be irrevocably scuffed, marked, nicked, damaged or even shattered. They will never be the same. You must understand that and strive for it.
WORK EFFICIENTLY DURING OFFICE HOURS AND LEAVE ON TIME. GIVE THE REQUIRED TIME TO YOUR FAMILY, FRIENDS & HAVE PROPER REST.
permasalahannya bukan diHUKUMnya, tapi di implementasinya…
kalo aparat penegak hukum gak bisa menjalankan hukum seperti yang SEHARUSNYA, ya berarti bangsa ini gak akan pernah maju…
“SEHARUSNYA” tentu berlaku untuk semua… kalo duit masih mengalahkan hukum ya hukum gak akan bisa ditegakkan…
kalo bangsa ini gak mau berubah atau gak mau menghasilkan terobosan untuk perubahan ya sampai kapanpun gak akan maju…
” —blue danubeada yg lebih sulit dari belajar memintarkan diri.
yaitu belajar menempatkan diri.
berapa banyak orang pintar yg akhirnya terbuang
dan tidak berguna?
bukan karena dirinya tidak pintar,
tapi karena salah menempatkan dirinya yg pintar itu.
jadi, pintar itu belum cukup.
tapi pandai menempatkan diri,
cukup utk memintarkan diri.
_semoga bermanfaat.
” —(via pramaw)ketika kerjamu tidak dihargai
maka saat itu kau sedang belajar tentang KETULUSAN
ketika usahamu dinilai tidak penting
maka saat itu kau sedang belajar KEIKHLASAN
ketika hatimu terluka sangat dalam
maka saat itu kau sedang belajar tentang MEMAAFKAN
ketika kau harus lelah dah kecewa
maka saat itu kau sedang belajar tentang KESUNGGUHAN
ketika kau merasa sepi dan sendirian
maka saat itu kau sedang belajar tentang KETANGGUHAN
ketika kau harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung
maka saat itu kau sedang belajar tentang KEMURAH HATIAN
Agar kita bisa memandang hidup jauh lebih BIJAKTetap Semangat
Tetap Sabar
Tetap Tersenyum
Tetap Belajar
Karna arti orang yang sesungguhnya bukan sebesar apa dirinya tapi sebesar apa dia berarti buat orng lain dan sebesar apa dia bisa lebih mengerti hidup” —
pasangan dan pajangan;
dua hal dimana banyak orang yg sulit membedakan.
ada diantara mereka,
yg mencari pasangan layaknya mencari sebuah pajangan.
ingat, pajangan memang indah utk dinikmati, tapi tidak utk dimiliki.
semoga bukan kita.
_semoga bermanfaat.
” —(via pramaw)September 2010
16 posts
seseorang belum dianggap cerdas jika belum bisa menyelesaikan persoalan.
seseorang belum dianggap bijak, jika belum bisa melihat ini sebuah persoalan atau bukan.
(tom_ si orang gila)” —(via pramaw)